WhatsApp Image 2025 11 11 at 19.01.03

Suasana Rapat Koordinasi Persiapan Pembahasan RAPBD TA.2026 pada hari Selasa tanggal 11 November 2025 tampak diskusi hangat untuk menggelar Rapat Pembahasan Persiapan RAPBD Tahun 2026. Hadir secara pribadi Camat Toroh ibu Indah Dwi Handayani, S.E.,M.M. bersama staf Perencanaan kecamatan Toroh.

Kondisi fiskal sedang menantang, jadi harus bersama-sama memikirkan strategi terbaik menghadapi rasionalisasi anggaran tahun depan,” ujar Sekda Grobogan Anang Armunanto saat membuka rapat. Dengan nada santai namun berisi, ia menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan wadah brainstorming terbuka untuk menemukan solusi kreatif atas keterbatasan fiskal daerah.

Bapak Sekda menyoroti bahwa penyusunan APBD Tahun 2026 akan dihadapkan pada situasi yang tidak mudah akibat penurunan dana transfer dari pemerintah pusat. Hal ini menuntut langkah penyesuaian dan perencanaan yang matang agar proses rasionalisasi tidak menghambat pembangunan. “Kita harus siap menghadapi dinamika penyusunan APBD ini. Semua perangkat daerah perlu punya strategi yang jelas dalam menyesuaikan belanja mereka agar proses pembahasan dengan TAPD dan BPKAD bisa berjalan lancar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Bappeda Kabupaten Grobogan bapak Afi Wildani mengingatkan pentingnya kesiapan sejak dini agar proses penyusunan tidak terburu-buru di akhir waktu. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan penghitungan awal, kekuatan fiskal Kabupaten Grobogan untuk tahun depan diperkirakan menurun dibandingkan tahun 2025 ini. Namun bagi Afi Wildani, kondisi ini bukan hal yang harus diratapi. “Menurut saya, ini bukan kiamat. Justru ini kesempatan bagi kita untuk berpikir normal dan rasional. Dengan anggaran yang terbatas, kita bisa benar-benar fokus pada kegiatan yang prioritas dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa efisiensi bukan berarti sekadar memotong anggaran secara merata. “Kita tidak mencari angka sekadar mengurangi sebanyak-banyaknya, tapi bagaimana kegiatan prioritas tetap berjalan efektif. Artinya, kita memilih kegiatan dulu, baru melakukan efisiensi di dalamnya,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, Sekda juga mengingatkan agar setiap bidang tidak bekerja sendiri-sendiri. Komunikasi dan koordinasi lintas bidang serta dengan perangkat daerah lain harus diperkuat, terutama dalam menghadapi pembahasan bersama TAPD. “Kita tidak bisa memaksakan kehendak. Kita harus mendengarkan dan berdialog agar penyesuaian ini bisa diterima semua pihak,” katanya.

Selain membahas strategi efisiensi, rapat juga menyinggung pentingnya melakukan penyesuaian terhadap capaian program unggulan Bupati. Dengan adanya dinamika fiskal, capaian indikator pembangunan perlu diatur ulang agar tetap realistis. “Mungkin ada target kegiatan yang kita geser ke tahun 2028 atau 2029, sambil memastikan arah visi dan misi tetap terjaga,” ungkapnya.

Bapak Sekda juga menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap belanja prioritas wajib, terutama di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik. “Ada kewajiban yang tidak bisa ditunda, seperti pendidikan. Itu harus tetap jadi perhatian utama,” ujarnya.

Pada akhir rapat, Bapak Sekda Anang Armunanto menegaskan kembali bahwa tantangan fiskal ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat koordinasi, berpikir strategis, dan membangun budaya kerja yang efisien tanpa kehilangan arah pembangunan. “Keterbatasan anggaran bukan penghalang. Justru ini kesempatan kita untuk membuktikan bahwa kita mampu bekerja dengan strategi yang lebih cerdas dan terukur,” tutupnya.