0292 552770 kec_toroh@grobogan.go.id

KEGIATAN VERIFIKASI DAN DEKLARASI 5 PILAR STBM KECAMATAN TOROH

Apa itu STBM?

 

Sekilas STBM

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan. Program STBM memiliki indikator outcome dan output. Indikator outcome STBM yaitu menurunnya kejadian penyakit diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya yang berkaitan dengan sanitasi dan perilaku. Sedangkan indikator output STBM adalah sebagai berikut :

  1. Setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat (ODF).
  2. Setiap rumahtangga telah menerapkan pengelolaan air minum dan makanan yang aman di rumah tangga.
  3. Setiap rumah tangga dan sarana pelayanan umum dalam suatu komunitas (seperti sekolah, kantor, rumah makan, puskesmas, pasar, terminal) tersedia fasilitas cuci tangan (air, sabun, sarana cuci tangan), sehingga semua orang mencuci tangan dengan benar.
  4. Setiap rumah tangga mengelola limbahnya dengan benar.
  5. Setiap rumah tangga mengelola sampahnya dengan benar.

Untuk mencapai outcome tersebut, STBM memiliki 6 (enam) strategi nasional yang pada bulan September 2008 telah dikukuhkan melalui Kepmenkes No.852/Menkes/SK/IX/2008. Dengan demikian, strategi ini menjadi acuan bagi petugas kesehatan dan instansi yang terkait dalam penyusunan perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi terkait dengan sanitasi total berbasis masyarakat. Pada tahun 2014, naungan hukum pelaksanaan STBM diperkuat dengan dikeluarkannya PERMENKES Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Dengan demikian, secara otomatis Kepmenkes No.852/Menkes/SK/IX/2008 telah tidak berlaku lagi sejak terbitnya PERMENKES ini.

Strategi Nasional STBM

Dalam PERMENKES Nomor 3 Tahun 2014, strategi penyelenggaraan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) meliputi 3 (tiga) komponen yang saling mendukung satu dengan yang lain yaitu:

  1. Penciptaan lingkungan yang kondusif (enabling environment);
  2. Peningkatan kebutuhan sanitasi (demand creation);
  3. Peningkatan penyediaan akses sanitasi (supply improvement);

Apabila salah satu dari komponen STBM tersebut tidak ada maka proses pencapaian 5 (lima) Pilar STBM tidak maksimal. 

Dalam mendukung kebijakan Pemerintah Pusat maupun Daerah untuk mensukseskan kegiatan STBM ini camat Toroh bapak Abdul Malik, SH gencar untuk memverifikasi dan mendeklarasikan STBM di wilayah masing-masing. di kesempatan tersebut camat Abdul Malik, SH juga menegaskan strategi dan cara untuk mensukseskan STBM di semua desa di kecamatan Toroh .

Pilar STBM ditujukan untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan keracunan. Adapun 5 Pilar STBM yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  1. Stop Buang Air Besar Sembarangan, kondisi ketika setiap individu dalam suatu komunitas tidak lagi melakukan perilaku buang air besar sembarangan yang berpotensi menyebarkan penyakit.
  2. Cuci Tangan Pakai Sabun, perilaku cuci tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun.
  3. Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, melakukan kegiatan mengelola air minum dan makanan di rumah tangga untuk memperbaiki dan menjaga kualitas air dari sumber air yang akan digunakan untuk air minum, serta untuk menerapkan prinsip higiene sanitasi pangan dalam proses pengelolaan makanan di rumah tangga.
  4. Pengamanan Sampah Rumah Tangga, melakukan kegiatan pengolahan sampah di rumah tangga dengan mengedepankan prinsip mengurangi, memakai ulang, dan mendaur ulang.
  5. Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga, melakukan kegiatan pengolahan limbah cair di rumah tangga yang berasal dari sisa kegiatan mencuci, kamar mandi, dan dapur yang memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan yang mampu memutus mata rantai penularan penyakit.

Perilaku stop buang air besar sembarangan diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku buang air besar sehat yang dapat memutus alur kontaminasi kotoran manusia sebagai sumber penyakit secara berkelanjutan.
  2. Menyediakan dan memelihara sarana buang air besar yang memenuhi standar dan persyaratan kesehatan.

Perilaku cuci tangan pakai sabun diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun secara berkelanjutan
  2. Menyediakan dan memelihara sarana cuci tangan yang dilengkapi dengan air mengalir, sabun, dan saluran pembuangan air limbah.

Perilaku pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku pengolahan air layak minum dan makanan yang aman dan bersih secara berkelanjutan.
  2. Menyediakan dan memelihara tempat pengolahan air minum dan makanan rumah tangga yang sehat.

Perilaku pengamanan sampah rumah tangga diwujudkan melalui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Membudayakan perilaku memilah sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya dan membuang sampah rumah tangga di luar rumah secara rutin.
  2. Melakukan pengurangan (reduce), penggunaan kembali (reuse), dan pengolahan kembali (recycle).
  3. Menyediakan dan memelihara sarana pembuangan sampah rumah tangga di luar rumah.

Perilaku pengamanan limbah cair rumah tangga diwujudkan melakui kegiatan paling sedikit terdiri atas:

  1. Melakukan pemisahan saluran limbah cair rumah tangga melalui sumur resapan dan saluran pembuangan air limbah.
  2. Menyediakan dan menggunakan penampungan limbah cair rumah tangga.
  3. Memelihara saluran pembuangan dan penampungan limbah cair rumah tangga.

 

About

This tells you a bit about this blog and the person who writes it.

When you are logged in you will be able to edit this page by clicking on the edit icon.

Working on Your Site

Here are some basic tips for working on your site.

  • Joomla! has a "front end" that you are looking at now and an "administrator" or "back end" which is where you do the more advanced work of creating your site such as setting up the menus and deciding what modules to show. You need to login to the administrator separately using the same user name and password that you used to login to this part of the site.
  • One of the first things you will probably want to do is change the site title and tag line and to add a logo. To do this click on the Template Settings link in the top menu. To change your site description, browser title, default email and other items, click Site Settings. More advanced configuration options are available in the administrator.
  • To totally change the look of your site you will probably want to install a new template. In the Extensions menu click on Extensions Manager and then go to the Install tab. There are many free and commercial templates available for Joomla.
  • As you have already seen, you can control who can see different parts of you site. When you work with modules, articles or weblinks setting the Access level to Registered will mean that only logged in users can see them
  • When you create a new article or other kind of content you also can save it as Published or Unpublished. If it is Unpublished site visitors will not be able to see it but you will.
  • You can learn much more about working with Joomla from the Joomla documentation site and get help from other users at the Joomla forums. In the administrator there are help buttons on every page that provide detailed information about the functions on that page.