Kecamatan Toroh Ikuti Lokakarya Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah
- Details
- Written by admin toroh

Toroh - Kecamatan Toroh menjadi salah satu dari 150 kecamatan sebagai pilot projet Kecamatan Berdaya. Program itu diharapkan menjadi wadah pengembangan potensi dan kreativitas masyarakat Jateng, mulai dari perempuan, anak, generasi Zilenial, lansia, disabilitas, dan pelaku ekonomi kreatif. Lokakarya Kecamatan Berdaya Tingkat Provinsi Jawa Tengah ini diselenggarakan dalam rangka usaha mewujudkan Visi Provinsi Jawa Tengah tahun 2025-2029 mewujudkan “Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan untuk Menuju Indonesia Emas 2045” yang terjabarkan dalam 136 Program Pembangunan, dimana pembentukan Kecamatan Berdaya masuk dalam 22 Program Intervensi Gubernur.
Camat Toroh ibu Indah Dwi Handayani, S.E.,M.M hadir secara langsung bersama Sekcam bapak Porwantoro, S.H. dalam kegiatan Lokakarya Kecamatan Berdaya ini yang dilaksanakan di Salatiga selama 2 hari yaitu 3-4 November 2025, kegiatan ini mempunyai maksud menjadi forum koordinasi dan sosialisasi untuk percepatan implementasi Program Kecamatan Berdaya di Provinsi Jawa Tengah di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Tujuan
1. Menyamakan persepsi antar OPD, pemerintah kabupaten/kota, dan kecamatan terkait kebijakan dan arah pelaksanaan Program Kecamatan Berdaya.
2. Mengkoordinasikan peran, tanggung jawab, dan kolaborasi antar sektor dalam implementasi empat pilar program.
3. Mengidentifikasi kebutuhan, potensi, dan permasalahan di daerah sebagai dasar penyusunan rencana kerja Kecamatan Berdaya.
4. Menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) hasil rakor sebagai acuan pelaksanaan di tingkat kecamatan.
Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, program Kecamatan Berdaya menjadikan kecamatan sebagai pusat pemberdayaan untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, di mana seluruh masyarakat mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk maju dan berdaya.
Adapun sasaran utamanya ialah kelompok perempuan dan anak, penyandang disabilitas, generasi Z dan milenial (Zilenial), lansia, dan pelaku ekonomi kreatif. Di dalam Kecamatan Berdaya juga ada Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA), layanan Kartu Zilenial, sport center, serta pusat ekonomi kreatif.
“Nanti (sasarannya) bisa diperluas sesuai potensi dan wilayahnya masing-masing. Artinya ini tidak hanya simbolis program, tapi kita manfaatkan betul, sehingga masyarakat kita yang kurang berdaya kita berdayakan,” terang Luthfi.






